Kulon Progo (MIN2KP) – Implementasi SLI, MIN 2 Kulon Progo yang dulu dikenal MIN Ngestiharjo melaksanakan kegiatan menata dan mempercantik perpustakaan madrasah. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada hari Selasa (17/3/2020) sebelum adanya surat edaran yang memberikan arahan kepada madrasah untuk melaksanakan pembelajaran di rumah terkait covid-19, dan berakhir Selasa (24/3/2020 di madrasah setempat. Implementasi ini dilaporkan dalam persiapan monev on line oleh kepala madrasah. Jumat, (03/4/2020).

Kegiatan diawali dengan penurunan buku-buku dari rak. Selanjutnya buku-buku dipisahkan berdasarkan jenis, kelas, dan tema. Setelah itu buku-buku diturunkan kemudian rak dipindahkan agar mempermudah pengecatan dinding perpustakaan. Pada mulanya kegiatan diikuti oleh beberapa walimurid dalam jumlah lumayan banyak dengan penjadwalan pada tiap-tiap kelas. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan dapat selesai tepat pada waktu yang direncanakan. Akan tetapi dengan adanya wabah Covid -19 maka pengerjaan perbaikan perpustakaan dilakukan dengan pembatasan jumlah orang.

Kepala MIN 2 Kulon Progo, Etik Fadhilah Ihsanti, S.Pd.I., M.Pd. merasa sangat senang dan mengungkapkan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang terlibat dalam perbaikan perpustakaan. Etik menyarankan agar pelaksanaan perbaikan perpustakaan tidak melibatkan banyak orang. “Saya sangat senang atas partisipasi walimurid dalam menangani perpustakaan, tapi dengan adanya edaran yang menghimbau untuk lebih mengedepankan kesehatan, maka saya batasi maksimal 5 orang setiap harinya. Hal ini dimaksudkan untuk lebih kehati-hatian kita bersama,” terangnya.

Siti Nurkhosiah salah satu walimurid mengungkapkan sangat senang bisa membantu perbaikan perpustakaan tersebut. Bahkan ia mengajak salah satu puteranya untuk membantu melukis dinding perpustakaan. Sebenarnya ia berharap kegiatan melukis perpustakaan ini bisa selesai sebelum Ramadhan tiba. “Bayangan saya, mengecat dinding perpustakaan ini bisa kita selesaikan secepatnya. Agar segera dapat digunakan. Akan tetapi adanya himbauan dari pemerintah, maka kita harus mematuhinya karena ini untuk kebaikan kita bersama,” imbuh Nur.

Senada dengan Nur, Asih (ibu dari Tasya) mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti kegiatan mempercantik perpustakaan ini. Ia berharap dengan suasana perpustakaan yang menarik, anak-anak akan lebih suka berkunjung ke perpustakaan. “Dengan suasana perpustakaan yang menarik anak-anak pasti akan lebih bersemangat untuk datang ke perpustakaan,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Selasa (24/3/2020) Kepala Madrasah terpaksa secara tegas menghentikan dan menunda kelanjutan perbaikan perpustakaan menyusul adanya surat edaran dari Kalurahan Ngestiharjo yang mengimbau agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang menyebabkan massa berkumpul dalam jumlah banyak. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan penghentian dan penundaan ini, Etik berharap semua bisa tetap berkegiatan di rumah dengan kondisi sehat. Harapannya, adanya penundaan perbaikan perpustakaan ini tidak mengurangi dan melumpuhkan semangat dan kreatifitas bekerja di rumah. “Ayah bunda bisa mendampingi anak-anak belajar di rumah. Bapak ibu guru tetap bisa berkreasi dalam pembelajaran bagi anak-anak didiknya. Semoga pandemi ini bisa tertangani sehingga kita semua dapat beraktifitas seperti sedia kala. Melanjutkan perbaikan madrasah kita, menuju Madrasah Hebat Bermartabat,” pungkas Etik. (fas)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *