Kulon Progo (Kankemenag) – Dalam rangka pembinaan terhadap umat beragama, Kankemenag Kulon Progo melakukan Verifikasi Lapangan terhadap rencana Pembangunan tempat ibadah. Semua harus berpedoman dan sesuai dengan aturan yang ada. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H. menyampaikan hal itu saat melakukan Verifikasi Lapangan terhadap rencana Pembangunan Gereja Beatae Mariae Matris Boni Concili di Bonoharjo, Demangrejo, Sentolo, Kamis (12/11/2020) pagi.

“Verifikasi lapangan ini kami lakukan dalam rangka pembinaan terhadap umat beragama. Pembangunan tempat ibadah/rumah ibadah, semua harus berpedoman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Kakan.

Lebih lanjut menurut Kakan, bahwa pihaknya sudah terlebih dahulu meneliti berkas-berkas permohonan rekomendasi dari panitia pembangunan. “Secara administrasi tidak ada masalah. Namun kami perlu keterangan lebih lanjut terkait rencana pembangunan tersebut. Ini menjadi bahan kami untuk melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Bupati,” imbuhnya.

Terkait dengan terbitnya Peraturan Bupati yang secara detail mengatur tentang pembangunan rumah ibadah/tempat ibadah, meski di masa transisi, Ahmad Fauzi berharap segera bisa tersosialisasikan lebih awal.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Pembangunan, Michael Wasi Hanjoro Widi menerangkan bahwa panitia dan Jemaah ingin gereja yang lebih memadai. “Umat Katolik di wilayah Paroki Bonoharjo lebih dari 2.000 orang. Gereja yang lama tidak mampu lagi menampung Jemaah. Apalagi kalau hari besar, banyak saudara-saudara dari luar kota yang bergabung. Untuk itu gereja akan dipindahkan ke sebelah barat yang tanahnya lebih luas. Hal ini sekaligus untuk antisipasi kalau terjadi pelebaran jalan,” jelasnya.

“Pembangunan Gereja tersebut direncanakan mulai Januari 2021 dengan target pembangunan 8 bulan sampai 1 tahun. Selain itu pihak gereja juga akan berusaha untuk melakukan penataan lingkungan. Jadi kami berharap agar rekomendasi dari Kankemenag Kulon Progo dapat segera turun,” harapnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Ketua Paroki Administrasi Bonoharjo, Rm. Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo, Pr. yang menyampaikan bahwa karena adanya peningkatan status dari Stasi menjadi Paroki Administratif, Jemaah yang dilayani dulunya sekitar 1.700 menjadi 2.500 orang. “Untuk itu kami akan membangun geraja yang baru dan lebih besar. Bangunan lama hanya muat 300 umat, sedang yang baru nanti akan mampu menampung 900 jemaah,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Tim Kankemenag Kulon Progo yang hadir antara lain, Kakan Ahmad Fauzi, Kasubbag TU Moh Mustolih, Kasi Bimas Islam Saeful Hadi, Penyelenggara Katolik Yohanes Setiyanto, dan Ketua FKUB Agung Mabruri Asrori. Tim diterima oleh Vikep Yogyakarta Barat, Rm. A.R. Yudono Suwondo, Pr., Ketua Paroki Administrasi Bonoharjo, Rm. Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo, Pr., Ketua Panitia Pembangunan, dan beberapa tokoh lainnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *