Kulon Progo (Kankemenag) – Kelebihan yang dimiliki Kankemenag Kulon Progo harus ditularkan ke teman-teman. Semua bisa dilakukan demi kejayaan Kemenag. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H. menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan dalam rangka Study Terap dari Kankemenag Gunungkidul yang berlangsung di Aula Riptaloka kantor setempat, Senin (21/12/2020) siang.

“Kelebihan yang kita miliki harus ditularkan kepada teman-teman kita. Itu semua untuk kejayaan Kemenag. Terima kasih Kankemenag Gunungkidul bersedia berkunjung di Kulon Progo. Suatu saat kami juga akan meniru inovasi apa yang dimiliki oleh Gunungkidul,” ujar Kakan.

Tahun 2019, KUA Nanggulan memang sebagai KUA Teladan tingkat Nasional. ”Ini bukan berarti bahwa KUA Nanggulan adalah yang terbaik. Namun berdasar penilaian, dari semua peserta yang diajukan memang KUA Nanggulan yang memeroleh nilai tertinggi,” imbuhnya.

Selain itu Kulon Progo memang sedang ada pengembangan wilayah. Dari program tersebut, ada beberapa harta benda wakaf yang terdampak. “Tentu ada proses yang harus intensif dilakukan dan dijalani, serta dipantau setiap saat terkait ruislag/tukar guling tanah wakaf tersebut. Jadi harus selalu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar proses ruislag tersebut bisa lebih cepat selesai dan sesuai target-target yang ditentukan,” terang Fauzi.

Sedangkan terakit pengelolaan zakat ASN, Kakan menjelaskan bahwa di Kulon Progo selalu terjalin komunikasi dan kolaborasi antara Kankemenag dengan Baznas. Sehingga Baznas Kulon Progo menjadi yang terbesar pengelolaan zakatnya se-DIY. “Kami melalukan diskusi untuk melakukan penyesuaian program dengan Baznas. Sehingga justru penasyarufannya bisa lebih tinggi dari zakat yang kita setorkan ke Baznas. Saat ini juga dilakukan sosialisasi sampai ke madrasah agar semua bisa menyetorkan ke Baznas Kulon Progo,” pungkasnya.

Sementara itu Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Drs. H. Muh Fauzi, M.Pd.I. mengatakan bahwa UPZ Kankemenag Kulon Progo tahun 2019 masih mengelola sebesar 70% dari zakat yang dibayarkan ASN. Namun tahun 2020 semua disetor ke Baznas. “Karena adanya kesesuaian program dengan Baznas, maka sewaktu-waktu UPZ Kankemenag bisa mengajukan untuk membantu menasyarufkan dana tersebut. Terutama untuk pembinaan pesantren, madrasah diniyah, dan TPA, kami minta penyalurannya melalui Kankemenag,” tutur Muh Fauzi.

Terkait ruislag tanah wakaf kata Muh Fauzi, setelah adanya aturan yang baru bisa mempercepat proses. Ijin hanya sampai Kanwil Kemenag, dan SK tim cukup dari Kepala Kankemenag. “Ini jelas akan mempercepat proses ruislag tanah wakaf. Meski demikian juga harus selalu terjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam hal ini,” tambahnya.

Sedangkan Kasi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul yang memimpin rombongan silaturahmi, H. Supriyanto, S.Ag. M.SI. mengaku senang bisa belajar banyak dari KUA Nanggulan dan Kankemenag Kulon Progo. “Pelayanan di KUA Nanggulan sangat luar biasa. Kankemenag Gunungkidul juga telah berupaya untuk menjalin kerjasama dengan Baznas terkait pengelolaan zakat. Semoga kami dapat mengadopsi dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh KUA Nanggulan dan Kankemenag Kulon Progo,” harapnya.

Dalam kunjungan silaturahmi ini, Kasi Bimas Islam, H. Supriyanto, S.Ag. M.SI. didampingi Kasi Dikmad, H. Taufik Ahmad Soleh, S.Ag. M.A. dan Penyelenggara Zakat Wakaf Hj. Sri Sugiyanti, S.H. M.Hum. serta beberapa staf. (abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *