Kulon Progo (Kankemenag) – Menteri Agama telah mengeluarkan KMA Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan haji tahun 1442H/ 2021M. Keputusan Menteri Agama (KMA) tersebut telah resmi diumumkan oleh Menteri Agama pada Kamis (3/6/2021). Meski galau dan kecewa, namun jemaah haji dari Kabupaten Kulon Progo bisa menerimanya dengan ikhlas. Bahkan menyadari bahwa keputusan tersebut dinilai keputusan terbaik dan sebagai takdir dari Allah SWT.

Salah satu jemaah haji, dr. Moerlani Dahlan mengaku sempat galau dan gelisah. Namun akhirnya mampu bersabar dan berharap keputusan tersebut mampu menjadi penyempurna bagi kemabruran hajinya kelak. “Sejak awal saya galau dan gelisah, tetapi yakin ini sudah diatur oleh Allah. Sehingga saya berusaha untuk sabar dan yakin ini adalah keputusan terbaik. Semoga ujian ini menjadi wasilah, pelengkap, dan penyempurna bagi kemabruran kami nanti,” ujarnya.

“Saya sadar bahwa pemerintah sudah berusaha secara maksimal, tetapi semua juga bergantung pada kondisi di Arab Saudi. Alhamdulillah sekarang sudah ada kepastian. Selanjutnya saya mohon kepada pemerintah agar selalu memberikan informasi-informasi yang mampu menenangkan hati. Karena selama ini banyak sekali informasi yang simpang siur,” imbuh Moerlani.

Jemaah haji yang lain, Rusiman juga mengaku ikhlas menerima keputusan tersebut. “Ini adalah keputusan yang sangat tepat. Pemerintah lebih mengutamakan keselamatan jemaah. Semoga tahun depan pandemi sudah berakhir dan kami dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang, tak ada halangan suatu apapun,” harapnya.

Sementara itu jemaah haji dari KBIH Muslimat, Jazari, S.Ag. berharap agar Allah segera mengangkat Covid-19, sehingga tahun depan dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk. “Dengan kesabaran kita akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT,” ucap Jazari.

Jemaah haji asal Wates, Ngadiri juga mengaku sempat kecewa dan sedih karena gagal berangkat ke tanah suci. Namun kemudian bisa menerima karena yakin hal tersebut adalah keputusan yang terbaik. “Saya semula kecewa dan sedih, namun yakin bahwa keputusan ini tentu sudah melalui pertimbangan yang matang dari pemerintah. Maka dengan tulus ikhlas saya menerima pembatalan ini. Tentu ini takdir yang terbaik bagi saya. Semoga tahun depan pandemi sudah berakhir, ibadah haji bisa diselenggarakan dengan lebih baik. Harapannya agar jemaah haji tahun depan tetap diberikan kesehatan, bisa beribadah dengan lancar, khusyuk, dan bisa kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.

Jemaah asal Wates lainnya, Darsono juga merasa kecewa, tetapi sebagai muslim ia harus menerima dengan tabah. “Kekecewaan tentu saja ada, tetapi bagaimanapun ini adalah takdir dari Allah. Sebagai muslim tentu kita harus menerima dengan tabah,” tuturnya.

Sedangkan Suryono, S.Pd.I. berharap agar jemaah haji menerima keputusan tersebut dengan ikhlas. “Saya juga kecewa, namun harus ikhlas. Tanpa keikhlasan tentu akan membuat kekecewaan yang teramat sangat dan menjadi beban mental yang makin berat,” ucap Suryono.

“Saya medengar dari daerah lain ada yang berbondong-bondong ingin menarik dananya. Saya pikir tidak perlu menarik dana itu. Karena dana itu kan sudah kita alokasikan untuk melaksanakan ibadah haji. Kalau dana itu kita tarik, justru akan repot di belakang hari,” tegasnya

Jemaah haji dari Kalibawang, Surahman berusaha membuang jauh-jauh rasa kecewa dan marahnya atas pembatalan keberangkatan haji untuk yang kedua kalinya tersebut. “Dengan pembatalan keberangkatan haji dari pemerintah sebenarnya hati saya kecewa dan marah. Namun hal itu saya buang jauh-jauh. Saya yakin keputusan ini yang terbaik demi keselamatan jemaah haji. Saya lebih yakin lagi, apa yang telah Allah takdirkan pasti yang terbaik,” pasrahnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *