Kulon Progo (Kankemenag) – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, semua ibadah Minggu di Gereja Kristen Jawa (GKJ) dilakukan secara online/daring. Keputusan tersebut diambil untuk mendukung PPKM yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kulon Progo, Esti Langgeng Prasetyo, S.Th. menyampaikan hal itu melalui rilisnya, Senin (5/7/2021) malam.

“Semua ibadah Minggu di GKJ dilakukan secara online. Segala kegiatan keagamaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, untuk sementara waktu diliburkan,” ungkap Langgeng.

“Informasi tersebut kami peroleh dari hasil pantauan dari GKJ Wates dan GKJ Wates Selatan. Untuk yang lain masih terus kami lakukan pemantauan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Langgeng menjelaskan bahwa Majelis akan menggunakan teknologi yang ada guna pelayanan kejemaatan, baik ibadah maupun yang lain yaitu secara online/daring dengan live-streaming. Untuk ibadah yang sifatnya khusus (pernikahan) mengacu pada PPKM, sangat dibatasi jumlah orangnya. Sedang untuk ibadah khusus yang lain (baptis, sidi, pengakuan percaya dan lainnya) kalau bisa diundur dengan pemahaman bersama.

“Untuk materi pelayanan jemaat selama 3 minggu ini lebih ke perenungan dan permohonan doa khusus Covid-19 di Indonesia (sesuai dengan surat penggembalaan sinode GKJ). Muatan ibadah dimuat dalam buletin Gospel. Sementara untuk persembahan jemaat (minggu, istimewa, perpuluhan) di kumpulkan dulu oleh jemaat di masing-masing keluarga,” terangnya.

“Hanya dengan cara ini Pemerintah bisa mengondisikan Indonesia dari Covid-19. Saat ini sudah banyak paramedis yang tumbang, hampir semua Rumah Sakit sudah penuh, sarana prasarana (tempat tidur dan bangsal) sudah tidak tersedia,” pungkas Langgeng menyitir pemberitahuan dari kedua GKJ tersebut. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *