Kulon Progo (Kankemenag) – Dalam situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah qurban agar dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu dilakukan agar semua terhindar dari penyebaran Covid-19 tersebut. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. di sela pelaksanaan ibadah qurban di Masjid Darul Akbar, Karangsewu, Galur, Rabu (21/7/2021) pagi.

” Ibadah qurban mohon tetap menaati protokol kesehatan secara ketat. Hal ini untuk melindungi masyarakat agar semua terhindar dari penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Kakan Wahib Jamil tahun 1442H/2021 ini berqurban di Masjid Darul Akbar, Karangsewu, Galur dan di Desa Sidorejo, Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah.

Wahib Jamil juga mengatakan bahwa ibadah qurban mengandung beberapa makba. “Makna ibadah qurban antara lain yang pertama sebagai rasa syukur pada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Dengan syukur diharapkan kita mendapatkan tambahan nikmat dan rahmat Allah SWT,” urai Kakan.

“Selanjutnya yang kedua sebagai bentuk pengendalian diri dalam pengelolaan hawa nafsu untuk senantiasa bersikap sabar, tawakkal, dan selalu dapat mengambil hikmah dalam setiap peristiwa yang terjadi. Sedang yang ketiga di samping meningkatkan kualitas keshalihan pribadi, ibadah qurban untuk peningkatan keshalihan sosial,” terangnya.

Lebih lanjut Kakan menerangkan bahwa pelaksanaan ibadah Idul Adha tahun ini dilaksanakan di rumah masing-masing. “Hal ini semata-mata untuk pengendalian penularan Covid-19. Demikian juga penyembelihan hewan qurban dilaksanakan secara bertahap tanggal 21, 22 dan 23 Juli 2021,” pungkas Jamil.

Sedangkan Kasubbag TU, Drs. Moh Mustolih pada hari yang sama melaksanakan ibadah qurban di Masjid Thoyyiban, Kauman, Somenggalan, Tirtorahayu, Galur. Mustolih melaporkan bahwa panitia melaksanakan qurban dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hewan qurban yang disembelih berjumlah 7 ekor sapi. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat lingkungan masjid dan lingkungan shohibul qurban berjumlah 800 orang. Tiap orang mendapatkan 0,86 kg daging.

“Dalam pelaksanaan qurban ditinjau oleh tim gugus Covid-19 dari Kapanewon Galur. Ada satu ekor yang hatinya dinyatakan kurang baik, terdapat cacing hati dan dimusnahkan. Secara keseluruhan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sudah memenuhi propotokol kesehatan, para petugas menggunakan masker, membawa alat sendiri, dan jaga jarak,” ujarnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *