Kulon Progo (Kankemenag) – Antrean pendaftar ibadah haji (waiting list) semakin panjang. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta sudah sampai sekitar 30 tahun. Karena kemampuan dasar agama masing-masing jemaah berbeda, Kankemenag Kulon Progo mempunyai program Haji Siaga. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu usai menggelar acara Rakor Haji Siaga yang berlangsung di RM. Ayam Bebek Brontak, Janturan, Tawangsari, Pengasih, Senin (30/8/2021) pagi.

“Waiting list kita sudah sekitar 30 tahun, dengan jumlah 9.701 jemaah. Karena kemampuan dasar agama masing-masing jemaah berbeda, maka kita programkan Haji Siaga (Sinau Agama). Dalam pelaksanaannya, tentu kita akan membangun kerjasama/kemitraan dengan lembaga-lembaga keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Saeful Hadi, S.Ag. M.Pd.I. mengatakan bahwa pihaknya akan membangun kemitraan dengan lembaga dan ormas Islam untuk mendukung program tersebut. “Kita akan membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga seperti pesantren, madrasah diniyah, TPA, dan lain-lain untuk bersinergi membantu mendampingi sinau (belajar) agama. Materi yang dipelajari tentang dasar ibadah seperti baca Qur’an, thaharah, dan shalat,” kata Saeful.

“Harapannya, sambil menunggu antrean keberangkatan yang masih lama tersebut jemaah haji dapat belajar ilmu-ilmu dasar agama. Sehingga saat berangkat haji nanti jemaah sudah menguasai dasar-dasar ibadah tersebut,” pungkasnya.

Rakor Haji Siaga(Sinau Agama) tersebut diikuti oleh Kepala Kankemenag Kulon Progo, Seksi PHU, KBIHU, Ormas Islam, dan Forum Pendidikan Al Qur’an. (abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *