Kulon Progo (Kankemenag)– Sudah 2 tahun Pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji ke tanah suci. Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini. Namun demikian jamaah haji Indonesia diharapkan tetap menjaga etika dan toleransi. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Agama tentang Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji, yang berlangsung di RM. Dapur Semar, Wates, Rabu (15/9/2021) pagi.

“Jamaah haji yang batal berangkat pada tahun 2020 dan 2021 akan menjadi cadangan pada keberangkatan tahun berikutnya. Mohon untuk tetap menjaga etika sebagai orang Indonesia. Selain itu juga terus menjaga toleransi dengan menerima setiap perbedaan yang ada,” pinta Kakan.

“Dengan adanya pembatalan pemberangkatan tersebut, jika ada jamaah yang ingin mengambil dana hajinya juga diperbolehkan. Pemerintah akan mentolerir dan memfasilitasi untuk hal ini,” imbuhnya.

Wahib Jamil juga menjelaskan bahwa jika seseorang sudah berikhtiar untuk melakukan ibadah haji namun dalam perjalanannya uang terpakai untuk membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, maka orang tersebut tercatat sudah mendapatkan pahala berhaji. Selain itu Kakan juga menyampaikan bahwa jika ada jamaah haji yang sakit kronis, seperti jantung dan lain-lain, ia akan tetap bisa diberangkatkan dengan pendamping khusus dari pemerintah.

Sementara itu Kasi Pendaftaran Haji pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, H. Agus Nur Budiyatna, ST. menyampaikan bahwa bagi jamaah yang batal berangkat tahun 2020 dan 2021 berstatus sebagai cadangan. “Bagi pendamping mahram, jika jamaah yang didampinginya meninggal, maka ia tidak dapat ikut diberangkatkan,” ujarnya.

Agus juga mengatakan bahwa untuk saat  ini bimbingan manasik haji belum bisa dilaksanakan lagi. Acara sosialisasi tersebut diikuti oleh para Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) (arg/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *