Kulon Progo (MTsN3KP) –  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kulon Progo tahun ajaran 2021-2022  mengadakan uji publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal ini bertujuan untuk menguji kelayakan KTSP yang akan dijalankan di tahun ajaran 2021-2022 disesuaikan dengan regulasi yang ada. Walaupun masih pandemi,  peserta dan pemapar uji publik sangat antusias. Terbukti melalui kesiapan baik materi maupun tempat, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan digelar di madrasah setempat, Kamis (15/9/2021) pagi.

Kegiatan uji publik ini selain diikuti oleh seluruh guru MTsN 3 Kulon Progo, juga mengundang Kasi Dikmad, Muhamad Dwi Putranto, S.Pd., Pengawas Madrasah, Barokatussolihah, S.Ag, M.S.I., serta Ketua Komite Madrasah, Sutopo, S.Pd.I.

Kepala MTsN 3 Kulon Progo, Munji Jakfar menjelaskan Uji Publik KTSP 2013 sangat penting untuk mendapatkan masukan-masukan untuk kesempurnaan kurikulum. “Kami melaksanakan uji publik KTSP karena sangat penting untuk penyempurnaan kurikulum. Memang kegiatan ini agak terlambat dikarenakan PPKM,” ujar Jakfar.

Selain itu Jakfar  berencana menambah rombongan belajar/kelas pada tahun yang akan datang.

Kasi Dikmad Kankemenag Kulon Progo, Muhamad Dwi Putranto, S.Pd. mengatakan, bahwa inovasi di madrasah sangatlah penting agar animo dan kepercayaan  masyarakat lebih besar. “Inovasi bisa ditempuh dalam bidang olahraga, tahfidh, maupun keterampilan. Keterlibatan komite dalam meningkatkan mutu juga sangatlah menentukan kemajuan madrasah,” katanya.

“Hambatan jangan dijadikan alasan dalam meningkatkan kualitas madrasah. Hal itu harus kita jadikan tantangan agar lebih maju.  Secara umum sarana dan prasarana juga sangat penting karena sebagai alat penunjang keberhasilan yang dilakukan dalam pelayanan publik. Semoga kegiatan dapat dilakukan sesuai rencana,” imbuh Dwi.

Sementara itu Waka Kurikulum, Fadchudin Rohman, S,Pd.I. menjelaskan bahwa dalam Uji Publik KTSP tersebut bahwa madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bercirikan Islam dan bekerjasama dengan pondok pesantren. Maka keagamaan harus menjadi unggulan. Disampaikan pula bahwa kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum darurat. “Pengelolaan kelas saat ini masih secara virtual/daring. Harapannya dapat segera dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun secara terbatas. Pelaksanaan pembelajaran saat ini yang digunakan daring dan luring,” terangnya.

Sementara itu Pengawas Madrasah, Barokatussolihah mengapresisasi atas terlaksananya Uji Publik KTSP kurikulum 2013. “Siswa harus selalu diberi motivasi dan pendekatan-pendekatan agar tidak ada kendala dalam mencapai nilai KKM. Siswa MTsN 3 Kulon Progo harus bisa mencapai KKM, bahkan di atasnya. Sehingga tidak kalah dengan sekolah atau madrasah lain, karena persaingan nilai yang semakin ketat,” tegas Ika.

Ketua Komite, Sutopo terlihat memiliki komitmen kuat untuk ikut memajukan madrasah agar lebih dikenal. MTsN 3 Kulon Progo satu-satunya madrasah negeri di Nanggulan yang mendapat kepercayaan masyarakat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa melanjutkan ke madrasah sebagai pilihan pertama. “Alhamdulillah pada tahun ini ada peningkatan jumlah siswa yang masuk ke MTsN 3 Kulon Progo, bahkan sudah mampu melebihi kuota yang tersedia,” tutur Sutopo. (kst/tjm/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

9 replies
  1. Rini Dwi Hastuti
    Rini Dwi Hastuti says:

    selamat pak Fadchuddin….semoga dengan uji publik ktsp mtsn3kp semakin terencana semua kegiatan satu tahu kedepan kita..Aamiennn

    MADRASAH HEBAT BERMARTABAT DAN MEMDUANIA

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *