Kulon Progo (MTsN3KP) – Minuman tradisional resep warisan para leluhur yang terbukti mempunyai banyak manfaat  secara pengalaman perlu dijaga kelestariannya. Pengenalan budaya lokal berupa jamu beras kencur dan kunir asem sebagai salah satu usaha mengembangkan potensi daerah yang termasuk kearifan lokal. Salah satunya dengan mengangkat jamu sebagai minuman tradisional yang perlu terus dipelajari dan dipraktikkan peserta didik. Salah satu Pengampu ektrakulikuler kemataraman yang juga merupakan guru Mata Pelajaran Prakarya MTsN 3 Kulon Progo, Hj. Rini Dwi Hastuti, S.Pd.T, M.Pd menyampaikan hal itu saat menggelar kegiatan ekstrakurikuler kemataraman, Selasa (12/10/2021) siang di madrasah setempat.

“Jamu adalah minuman tradisional yang kaya manfaat. Sehingga jamu ini perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Salah satunya dengan praktik membuat jamu pada kegiatan ekstrakurikuler ini,” ujar Rini.

Sementara itu pengampu ekstrakurikuler yang lain, Atin Siami menjelaskan bahwa bahan yang disediakan oleh madrasah untuk pembuatan jamu kunir asem. ‘Adapun bahan-bahannya antara lain berupa 175 gram kunyit, 350 gram gula jawa, 140 gram asam jawa, dan sedikit garam. Bahan beras kencur: 140 gram beras, 210 gram kencur, 350 gram gula jawa, dan sedikit garam. Empat galon air masak juga habis digunakan siswa untuk praktik pembuatan jamu ini,” katanya.

Salah satu peserta didik kelas VII A, Vani Eka Febriana yang juga terpilih menjadi ketua kelompok mengaku belum pernah minum jamu. “Saya belum pernah meminum jamu beras kencur dan kunir asem, tapi saya suka setelah mencobanya, rasanya unik dan enak. Saya tahu kelebihan manfaat kunir, kencur dan gula jawa untuk kesehatan badan. Saya mengenal dan tahu cara membuatnya setelah praktik ini. Saya akan sering  mengajak dan membantu ibu saya untuk membuatnya,” tutur Vani.

Sedangkan Waka Kurikulum Facthuddin, S.Ag. mengatakan bahwa pengalaman bekerja kelompok menyiapkan rencana, membagi tugas siapa membawa apa, dan rela bekerja sama ketika proses pembuatan jamu merupakan kompetensi abad 21 yang kelak dibutuhkan peserta didik di dunia nyata.

Secara terpisah Kepala MTsN 3 Kulon Progo, Munji Ja’far, S.Pd.I, M.Pd.I. mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bermanfaat bagi peserta didik untuk memulai belajar bekerja sama dalam sebuah tim kecil untuk saling berkomunikasi dan perencanaan sebuah kegiatan praktik bersama di madrasah. Selain  itu meminum jamu adalah bagian dari kebudayaan yang harus terus dipertahankan,” ungkapnya. (rdh/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

12 replies
  1. Rini Dwi Hastuti
    Rini Dwi Hastuti says:

    Mari kita belajar dari hal-hal kecil, kepada semua siswaku yg membaca berita ini, dipersilahkan meninggalkan jejak dengan mengisi kolom komentar ya.

    Mari minum jamu agar ROSO💪

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *