Kulon Progo (Kankemenag) – Hari Santri Nasional mengingat resolusi jihad. Para santri begitu gigih memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tengah mengikuti PLP di Kankemenag Kulon Progo turut memperingati Hari Santri Nasional. Secara live streaming via YouTube peringatan tersebut mereka ikuti bersama pegawai Kankemenag Kulon Progo di Aula Menoreh, Jum’at (22/10/2021) pagi.

Apa kata mereka tentang Hari Santri Nasional tersebut?

Ani Tsania Melani Fauziah mempunyai harapan besar dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional tersebut. “Sejak ditetapkannya Hari Santri ini, harapannya kita semua mampu menciptakan moral dan juga sikap seperti santri. Bukan hanya menciptakan nuansa santri dalam setiap peringatannya,” ujar Melani.

Malicha Zahrotunnisa memetik kunci sukses dari peringatan Hari Santri. Ilmu bukan sekedar teori, tapi ilmu harus benar-benar diaplikasikan. Life long education (mencari ilmu sampe akhir hayat) Kunci sukses yang pertama. Yang ke 2 The power off sains, ke 3 The powef off behavior, yang terakhir The power off colaboration,” kenangnya.

Lusi Rahmawati mengingat kegigihan perjuangan para santri. “Hari Santri Nasional merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk mengenang dan meneladani semangat jihad para santri/ulama saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak lebih dari sekedar menanam pemahaman agama, dunia pesantren juga mampu menempa santri agar eksis di manapun dia berada. Jangan ragukan kecintaan santri pada NKRI, karena sejarahnya santri adalah bagian besar dari pejuang NKRI,” kata Lusi.

Sedangkan Ulfa Ferdiyana menilai Hari Santri adalah bentuk apresiasi pemerintah. “Santri turut serta membangun bangsa ini. Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional sebagai bentuk apresiasi, mengingat perjuangan ulama dan santri terdahulu ikut berkontribusi memperjuangkan kemerdekaan. 22 Oktober diputuskan sebagai Hari Santri Nasional diambil dari peristiwa resolusi jihad Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, di mana membela tanah air hukumnya fardlu ain,” tegasnya.

Tijanun Baroroh Addakhil mengenang masa belajarnya di pesantren saat memperingati Hari Santri Nasional tersebut. “Peringatan HSN tahun ini sangat berkesan bagi saya. Selain dapat mengenang masa indah saat belajar di pesantren, saya juga berkesempatan mengikuti acara ini secara langsung bersama jajaran Kantor Kemenag Kulon Progo. Saya teringat kalimat bahwa menjadi santri itu keren, tidak hanya dapat mempelajari ilmu agama saja, tapi santri dapat mempelajari ilmu umum juga. Tidak heran jika santri dapat berperan di segala lini kehidupan. Selamat Hari Santri,” ucap Tijanun.

Sementara Nurul Widad menyoroti tema peringatan ‘Santri Siaga Jiwa Raga.’ “Tema Hari Santri tahun ini membuktikan bahwa santri siap menjawab tantangan jaman. Santri menjadi sosok penerus bangsa yang mampu menempati berbagai bidang dengan mengedepankan nilai-nilai Islami serta berakhlakul karimah,” terangnya.

Senada dengan Nurul Widad, disampaikan juga oleh Nadia Kamaliah. “Hari santri 2021 ‘Santri Siaga Jiwa Raga.’ Dengan tema tersebut diharapkan santri Indonesia semakin siaga jiwa raganya untuk tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, tetap melestarikan budaya-budaya pesantren, dan tetap berkembang maju dalam zaman,” tuturnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *