Kulon Progo (Pokjaluh) – Menindak lanjuti arahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kulonprogo tentang pentingnya moderasi beragama, maka seyogyanya Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam segera membentuk Satgas Khusus yang membidangi hal itu. Ketua Pokjaluh, Wardani, S, Ag. menyampaikan dalam  acara Penguatan Moderasi  Beragama di RM Langgengsari, Mbulu, Sendangsari, Pengasih  yang diadakan oleh Seksi Bimas Islam Kankemenag Kulon Progo, Senin  (22/11/2021) pagi.

“Langkah ini perlu direspon dengan cepat karena moderasi beragama menjadi sebuah keharusan yang harus segera diimplemantasikan oleh semua pihak, karena  telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Tim ini terdiri dari 7 Penyuluh Agama Fungsional yaitu, Ahmad Hanif,S.Ag. MSI sebagai Koordinator, dengan anggota Mukhlisin Purnomo, S.Th.I, M.Pd,I, Muqoffa Mahyudin, S,Ag, M.Hum, Hj. Sofwati, S.Ag., Akhiru Nurul Ummah, S.Sos.I, MSI, Muhammad Natsir Nurdin, S.Ag. dan Muhammad Tamrin, S.Ag,” ungkap Wardani.

“Dalam konteks kepenyuluhan, Satgas ini menjadi semacam agen dalam penguatan moderasi beragama,” imbuhnya.

Ia berharap Satgas ini mampu menelurkan pemikiran-pemikiran yang bisa menjadi panduan bagi penyuluh Agama Islam lainnya dalam membina kerukunan antar umat beragama. “Ke depan satgas ini bisa menghasilkan buku saku panduan moderasi beragama bagi Penyuluh Agama Islam, strategi pengarusutamaan moderasi agama di Majlis Taklim, kurikulum kepenyuluhan berbasis moderasi beragama,” terang Wardani.

Salah satu anggota Satgas, Mukhlisin Purnomo berujar bahwa penyuluh yang merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan dakwah pesan-pesan Agama dan pembangunan, nantinya harus dapat melakukan pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat dalam rangka penguatan moderasi beragama melalui dakwah sangat penting dalam menjaga keutuhan, kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia. “Dalam moderasi beragama penyuluh dituntut selalu meningkatkan kualitass keilmuan serta selalu bertindak menjaga akal dan budi serta bertindak adil dan menjada keseimbangan toleransi beragama. Karena moderasi beragama beruoaya mewujudkan Indonesia yang toleran rukun dan damai,” ujar Mukhlisin. (mkp/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *