Kulon Progo (Kankemenag) – Kankemenag Kulon Progo melalui Seksi PHU dan KUA Wates mulai melaksanakan kegiatan bimbingan bagi Jemaah Haji yang dikemas dalam bentuk Haji Sinau Agama (Siaga) angkatan pertama (perdana). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program yang dicanangkan Kankemenag Kulon Progo dalam rangka mengantisipasi antrean panjang yang mencapai 30 tahun. Hal itu juga untuk mewadahi calon haji yang mempunyai latar belakang ilmu agama yang berbeda-beda. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Agung Wates, Rabu (24/11/2021) siang.

Kepala KUA Kapanewon Wates, Latif Fuad Nurul Huda, S.Ag., MSI. dalam sambutannya mengatakan bahwa peningkatan dan penyempurnaan pola bimbingan secara terus menerus dan berkelanjutan dilakukan harus senantiasa diupayakan, sesuai dengan kondisi dan situasi yang berkembang. “Sejalan dengan itu program Siaga ini nantinya memberikan bimbingan dan pembekalan yang cukup bagi jemaah haji. Pada akhirnya membentuk jemaah haji yang mandiri,” ujarnya.

“Haji siaga ini penekanannya pada cara membaca Al-Qur’anl dan penambahan bekal berupa fiqh ibadah secara umum bagi calon jemaah haji yang sedang menunggu jadwal keberangkatannya. Sehingga saat tiba waktunya berangkat jemaah haji sudah menguasai dasar-dasar ibadah dan tata cara manasik haji lebih sempurna,” imbuh Latif.

Sementara itu Kasi PHU, H. Saeful Hadi, S.Ag. M.Pd.I. memaparkan berbagai macam pembinaan haji yang telah ada selama ini. “Agar tidak saling tumpang tindih perlu dibedakan fungsi dan model masing masing. Pertama, Pembinaan dari biaya Nilai Manfaat BPIH yang dilaksanakan di KUA 8 kali dan di Kankemenag 2 kali. Program ini dengan Penanggungjawab Kankemenag dan KUA. Materi Manasik Haji, dokumen, dan Kesehatan,” tuturnya.

“Kedua, Manasik oleh KBIHU atau manasik mandiri jemaah bersama pembimbing bersertifikat. Diselenggarakan oleh KBIHU, atau secara mandiri jemaah bersama pembimbing tertentu yang bersertifikat. Manasik haji, perjalanan haji, kesehatan, dan lain-lain. Ketiga, Jumat manasik (Manasik sepanjang masa) Lintas KBIHU. Diselenggarakan di Kapanewon oleh Kankemenag dan KUA be dengan pembimbing bersertifikat, Alumni petugas, Kesehatan, maupun KBIHU, dan lainnya,” urai Saeful.

“Berdasarkan pengalaman lapangan masih didapati pengetahuan dasar ibadah jemaah banyak yang belum menguasai, yaitu Baca Al-Quran, Thaharah, dan Shalat. Oleh karena itu dari berbagai masukan kami menawarkan program Haji SIAGA (Haji Sinau Agama). Mengingat kemampuan-kemampuan tersebut tidak bisa di berikan dalam pelatihan singkat,” pungkasnya. (mkp/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.