Kulon Progo (MISEL) – Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-76, Guru Tidak Tetap (GTT) MI Muhammadiyah Selo menerima santunan tali asih dari PGRI Cabang Kokap. Program PGRI Peduli diberikan kepada Kasiyanti, saat ini masih menjadi GTT yang dengan ikhlas mengabdikan dirinya sejak madrasah berdiri tahun 1974 sampai sekarang,. Serah terima tali asih berlangsung di MI Muhammadiyah Selo, disaksikan Pengurus PGRI, Guru MI, dan TK ABA Selo, Kamis (25/11/2021).

Menurut Ketua PGRI Cabang Kokap, Esti Sudimah, S.Pd. bahwa puncak kegiatan HUT PGRI pada tahun 2021 diisi dengan berbagi kepedulian bagi Guru Tidak Tetap sebagai penghargaan atas pengabdiannya selama ini. Meski secara finansial tidak sebanding dengan pengorbannya, tetapi diharapkan mampu memberi semangat dalam mencerdaskan anak bangsa. “Kami tahun ini tidak menyelenggarakan upacara dalam satu cabang yang diikuti oleh semua anggota, tetapi memrogramkan untuk berbagi kepedulian terhadap sesama guru khususnya GTT yang telah mengabdi lama. Kami memilih Ibu Kasiyanti dari MI Muhammadiyah Selo, karena memang beliau sudah mengabdi sangat lama. Meskipun tidak seberapa jika dihitung nominal, tetapi ini sebagai penghargaan kami atas perjuangannya,” papar Esti Sudimah.

Kepala MI Muhammadiyah Selo, Supilah, S.Pd.I. M.Pd. menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari PGRI Cabang Kokap kepada guru MI Muhammadiyah Selo yang telah memberikan santunan tali asih. Sejak madrasah ini berdiri salah satu guru seniornya, memang sudah mengabdikan dirinya selama 47 tahun. “Ibu Kasiyanti menjadi guru di sini sejak tahun 1974, dan beliau masih segar bugar dengan semangat prima mengajar sebagai guru Pendidikan Agama Islam,” katanya.

GTT MI Muhammadiyah Selo, Kasiyanti penerima santunan tali asih, menyampaikan rasa haru yang mendalam. Di masa sekarang PGRI Cabang Kokap masih peduli dengan perjuangannya menjadi guru. Dengan isak tangis Kasiyanti mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PGRI, dan berpesan kepada para guru yang masih muda agar tetap menjaga semangat dalam mendidik anak, karena merupakan amal jariyah, jadi harus tetap ikhlas. “Menjadi guru itu panggilan jiwa, jangan pernah mengeluh, Insya Allah jika kita ikhlas akan dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan hidup dan pahala jariyah,” pesannya. (kyt/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *