Kulon Progo (MIM Grubug) – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SD/MI yang terdiri beberapa gelombang dapat berjalan dengan lancar. Namun demikian ada pula yang mendapat kendala dalam pelaksanaannya, seperti jaringan internet yang tidak stabil atau gangguan alam lainnya. Hal ini dialami oleh MI Muhammadiyah Grubug, dikarenakan wifi yang dipakai tersambar petir pada Senin (22/11/2021) sore.

Kepala MI Muhammadiyah Grubug, Juminta menerangkan bahwa wifi madrasah tersambar petir pada Senin sore saat hujan deras. “Wifi madrasah mati karena tersambar petir pada Senin sore saat hujan deras. Hal ini berakibat tidak berfungsinya wifi, sehingga harus dicarikan jalan keluarnya untuk pelaksanaan ANBK hari kedua,” terang Juminta.

“Langkah yang diambil untuk mengatasi agar tetap dapat menyukseskan pelaksanaan ANBK dengan cara mempergunakan signal HP. Alhamdulillah, masalah signal dapat teratasi dan asesmen dapat dilanjutkan sampai hari terakhir yaitu Kamis,” lanjutnya.

Juminta menambahkan akibat dari wifi tersambar petir lainnya adanya alat elektronik madrasah lainnya mati. “Akibat wifi tersambar petir tersbut selain wifi mati juga ada alat elektronik madrasah yang mati yaitu finger print. Finger print madrasah kebetulan tidak dicabut dari sumber listrik sehingga terkena efek dari petir itu,” tambahnya.

“Namun demikian saya tetap bersyukur, Alhamdulillah pelaksanaan ANBK yang dibuat dua gelombang yakni gelombang 3 dan 4 dapat berjalan. Prinsipnya pelaksanaan ANBK yang diawasi Septiana Endartiningsih, S.Pd.SD dari MI Muhammadiyah Nogosari, tahun ini berjalan lancar,” pungkas Juminta.
(jum/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *