Kulon Progo (Kankemenag) – Kantor Kementerian Agama Kulon Progo berkomitmen untuk selalu mendorong dan meneguhkan moderasi beragama dalam kehidupan dan keseharian masyarakat. Moderasi beragama merupakan hal yang tidak mungkin dipisahkan dari jati diri bangsa yang sesuai dengan karakter bangsa yang Indonesia sejak berdirinya.

Penguatan moderasi beragama untuk jamaah LDII ini difasilitasi oleh DPD LDII Kulon Progo yang dibingkai dalam sebuah kegiatan pembinaan keormasan dengan tema : “Penguatan Pendidikan Karakter Dan Moderasi Beragama untuk Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Yang Aman, Damai, dan Sejahtera. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Iman, Gunung Gempal, Giripeni, Wates, Selasa (28/12/2021) malam.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kulon Progo, H. Sugito, S.Ag. M.S.I. mengapresiasi kiprah LDII dalam membangun bangsa melalui penguatan moderasi beragama. “Atas nama Kantor Kementerian Kulonprogo kita sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya yang dilakukan oleh Penguruh Daerah LDII dalam kiprahnya membangun bangsa melalui penguatan beragama di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dalam paparannya Sugito menyatakan bahwa organisasi kegamaan, termasuk LDII harus berusaha menjunjung tinggi sikap toleransi kepada sesama, menghormati perbedaan, hingga memberi ruang bagi orang lain untuk berkeyakinan. “Dengan sikap tersebut masyarakat dapat mengekspresikan keyakinan mereka secara bertanggungjawab dan saling menghargai perbedaan yang tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama,” papar Sugito.

“Sikap keberagamaan yang eksklusif yang hanya mengakui kebenaran dan keselamatan secara sepihak, dapat menimbulkan gesekan antar kelompok agama. Konflik keagamaan yang banyak terjadi di negara kita, umumnya dipicu adanya sikap keberagamaan yang eksklusif. Maka sangat tepat jika kemudian pemerintah memrogramkan pelembagaan moderasi beragama ke dalam program dan kebijakan yang mengikat serta disematkan dalam RPJMN 2020-2024. Harapanya Moderasi beragama memiliki andil yang besar dari strategi kebudayaan dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia,” imbuhnya.

Selanjutnya ia juga menandaskan bahwa dalam konteks Indonesia, moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan kita dalam merawat ke-Indonesia-an. “Sebagai bangsa yang sangat heterogen, sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara. Yakni Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya. Indonesia disepakati bukan negara agama, tapi juga tidak memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari warganya. Nilai-nilai agama dijaga, dipadukan dengan nilai-nilai kearifan dan adat-istiadat lokal, beberapa hukum agama dilembagakan oleh negara, ritual agama dan budaya berjalin berkelindan dengan rukun dan damai,” pungkasnya.

Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd. M.Pd. menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur di lembaganya. “Kegiatan ini diikuti ulama/Ustadzah LDII se Kulon Progo, Wanhat LDII, Pengurus Harian DPD LDII, Perwakilan PC LDII, Perwakilan PAC LDII, dan Ketua Takmir Masjid Binaan LDII,” ujarnya.

“Hadir dalam kegiatan pembinaan keormasan ini, Lurah Giripeni, Dukuh Gunung Gempal, PAIF Wates Mukhlisin Purnomo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Giripeni,” imbuhnya.

Ia sangat berterima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Kulon Progo yang diwakili oleh Kasih Bimas Islam atas perkenannya memberikan pembinaan keormasan kepada LDII Kulon Progo.(mkp/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.