Kulon Progo (Kankemenag) – Sanggar Seni Sastra Kulon Progo menggelar bedah buku Novel dan Antologi Cerkak. Sangsisaku (Sanggar Seni Sastra Kulon Progo), mengisi kegiatan awal tahun , dengan menggelar bedah  buku Novel dan Antologi Cerkak  di Aula SMK Muhammadiyah 1 Wates, Ahad (9/1/2022).

Hadir Kepala Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Budi, S. IP. M. Ma., Ketua Sangsisaku, dan tamu dari berbagai komunitas sastra se-Kulon Progo

Dalam sambutannya, Budi, mengapresiasi kegiatan Sanggar seni sastra ini. “Apresiasi yang tinggi akan kegiatan seni dan lebih khusus tentang bedah buku ini. Penulis, pegiat seni, dan sastra Kulon Progo semakin tumbuh dan bangkit menjadi bukti kepedulian akan betapa pentingnya literasi dan  kecerdasan masyarakat saat ini,” ungkapnya

Ketua Sangsisaku, Drs. Pribadi yang sering dipanggil dengan nama Papi Sadewa juga menyambut baik lahirnya komunitas dan forum remaja yang mengekspresikan seni dan sastra serta terus mendorong untuk selalu berkarya

Bertindak sebagai penulis buku antologi Cerkak, Barokatussolihah, yang lebih dikenal dengan nama pena Ika Zardy Saliha.  Pembedah buku, Drs. Dhanu Priyo Prabowo, M. Hum, Dosen, penulis, dan pengamat sastra senior dari Temo

Banyak saran, masukan, dorongan, kritikan, dan solusi disampaikan oleh pembedah. “Menulis harus lebih konsisten. Pemilihan tema dan tembung-tembung Jawa dipilih yang baku, perhatikan kata untuk narasi dan dialog, serta jangan menulis dengan tergesa gesa,” ujar Dhanu

Ika sangat bersyukur dan gembira karena buku Antologi Cerkak “Suket Grinting”  mendapat masukan, arahan agar ke depan lebih baik. “Terima kasih semua ilmu dan masukan yang solutif makin memotivasi saya untuk  terus menulis,” tutur Ika

Bedah buku selanjutnya Novel karya Nur Hidayati, “Ketika Cinta di Limit Tak Hingga” yang merupakan kisah nyata. Dan Nur menyampaikan dengan semangat, daya emosional yang tampak menarik audiens terbawa ke dalam kisahnya. Nur yang merupakan Guru Matematika MAN 1 Kulon  Progo sudah menulis 8 judul buku, tetapi masih mengaku menjadi pemula dan harus banyak belajar.

“Alhamdulillah saya bisa belajar dan berbagi di Sangsisaku ini. Setidaknya buku novel ini menjadi klarifikasi catatan hidup dan motivasi bagi diri saya,  bahwa hidup itu harus diperjuangkan,” pungkas Nur.

Dian Korprianing Nugraha, S.Pd.S.Ss selalu pembedahan buku menyampaikan ulasan dan masukan terkait berbagai hal. “Awalnya saya pikir ini sinetron, setelah menyimak ternyata cukup jeli dan berani penulis memperlihatkan rasa emosinya ke dalam tulisan,” ujar Dian.

Lebih lanjut Dian menyampaikan masukan berbagai  kata typo dan lebih  cermat untuk mengedit, menyesuaikan dengan ejaan yang baku.

Dialog interaktif pun mewarnai kegiatan. Bedah buku ini dipandu moderator andal Rodi Martono dan MC Prima Hermawati. (izs/abi).

Tetap sehat dan semanga

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *