Kulon Progo (Kankemenag) – PAIF KUA Wates, Kankemenag Kulon Progo, Mukhlisin Purnomo berhasil meraih Juara I dalam lomba Penyusunan Naskah Ceramah Penguatan Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogayakarta dalam rangka HAB ke-76 Kemenag RI. Lomba Penyusunan Naskah Penguatan Moderasi beragama yang diikuti oleh ASN Kemenag se-D.I. Yogyakarta diambil lima terbaik dan masing pemenag mendapatkan Tropi, piagam pengahargaan, dan uang pembinaan.

Adapun peserta yang berhasil memenangkan lomba ini adalah :

1. Muklisin Purnomo, S.Thi. M.Pd.I, PAIF Wates Kulon Progo; Juara I

2. Isnan Rosyid, S.Pd, MTsN 2 Bantul; Juara II

3. Drs. Sutrisno, MTsN 5 Sleman; Juara III

4. Tsalis Nurul Azizah, S.Pd, MIN 1 Gunungkidul; Juara Harapan I

5. Imron Hidayatullah, S.Hum; Juara Harapan II

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dilaksanakan di Aula Lt. III Kantor Wilayah Kementerian Agama DI Yogyakarta pada Senin (10/1/2022) bersamaan dengan Apel Pagi yang dipimpin langsung oleh Kakanwil, Dr. Masmin Afif, M.Ag.

“Selamat kepada para pemenang lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan HAB ke-76 Kementerian Agama RI. Jangan dilihat besarnya pengharagaan yang didapat, tapi yang terpenting adalah semangat kebersamaan dalam memperingati HAB ke-76 Kemenag RI, motivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik, serta inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan,“ terang Kakanwil saat memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba.

Sementara Mukhlisin Purnomo sendiri menjelaskan tentang lomba tersebut. “Meneguhkan Moderasi Agama Sebagai Jati Diri Bangsa, adalah judul yang diangkat dalam mengikuti lomba penulisan naskah ceramah Penguatan Moderasi Beragama,” ujar Mukhlisin.

Dalam naskah tersebut ia mendorong umat beragama mampu menyikapi perbedaan, lentur terhadap budaya, dan mampu mengejawantahkan nilai-nilai luhur agama dengan tanpa menghilangkan prinsip dan esensi agamanya. “Sikap keberagamaan yang eksklusif yang hanya mengakui kebenaran dan keselamatan secara sepihak, dapat menimbulkan gesekan antar kelompok agama. Konflik keagamaan yang banyak terjadi di negara kita, umumnya dipicu adanya sikap keberagamaan yang eksklusif. Maka sangat tepat jika kemudian pemerintah memrogramkan pelembagaan moderasi beragama ke dalam program dan kebijakan yang mengikat serta disematakan dalam RPJMN 2020-2024. Harapanya Moderasi beragama memiliki andil yang besar dari strategi kebudayaan dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia,” terangnya.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan kejuaraan ini bisa meleceut saya untuk terus berprestasi dan meningkatkan kinerja sebagai Penyuluh Agama di Kankemenag Kulon Progo. Kemenengan ini kami dedikasikan untuk Kankemenag Kulon Progo, yang sedang berjuang untuk meraih predikat WBK dari KemenPAN-RB,” pungkas Muklisin usai menerima penghargaan di Kanwil Kementerian Agama D.I. Yogyakarta. (mkp/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *